Sebut Menteri Goblok, Isi Garasi Tumenggung Boltim Banyak Juga

Eric Lee

VIVA   –  Suatu video yang diduga Bupati Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara, bernama Sehan Salim Landjar, jadi viral di dunia maya. Dalam gambar tersebut, ia marah karena  Sandaran Langsung Tunai yang diberikan negeri, dianggap sulit prosesnya.

“Mau dapat BLT, mesti aktif rekening lah, kriteria inilah, kriteria macam-macam.   Negeri sudah bersetuju bangkrut, menteri-menteri masih pada ngeyel seluruh. Kalau 4. 700 (orang penerima),   memangnya  Bank Sulut ada buku rekening sebanyak itu? Bodoh itu, ngeyel itu menteri, ” kata dia dalam video tersebut.

Sehan kesal,   lantaran mekanisme pencairan BLT dianggap  menyulitkan warga. Bahkan, kata tempat, ada warga  yang meminta BLT ditukar saja dengan beras mulia liter, karena berbelitnya prosedur.

Melalui gambar, ia  meminta pemerintah pusat untuk memberikan diskresi kebebasan mengambil keputusan sendiri dalam setiap situasi  kepada pemerintah daerah, untuk mengucurkan BLT.

Baca pula: Bupati Teriak Goblok Terkait Jorok Marut BLT

“Memangnya menteri itu lebih berkuasa daripada bupati? kasih aja diskresi, dikawal KPK, polisi, OJK, jaksa, LSM, wartawan. Terlalu banyak hukum, kertas-kertas menteri-menteri ini, bosan dengan menteri-menteri, ” tuturnya.

Berdasarkan penelusuran  VIVA , Minggu 26 April 2020, Sehan diangkat menjadi Tumenggung Botim pada 2010, kemudian di 2015 kembali terpilih untuk kurun selanjutnya.

Pada 2003, ia melaporkan harta ke Komite Pemberantasan Korupsi sebagai anggota Sidang Perwakilan Daerah Kabupaten Gorontalo, sejumlah Rp423, 8 juta. Saat menjabat sebagai bupati, Sehan memiliki kapital RpRp913 juta.

Belum lama ini, ia kembali mendaftarkan hartanya ke KPK. Dalam informasi terbaru itu, Sehan diketahui mempunyai kekayaan sebanyak Rp5, 7 miliar. Dari jumlah tersebut, Rp584 juta dalam bentuk kendaraan pribadi.

Ada delapan kendaraan yang ia daftarkan, sebagian sudah dimiliki sejak pertama kali menjabat jadi bupati 10 tahun lalu. Beserta daftarnya:

Lihat Juga

satu. Motor Suzuki Smash  2003, Rp7 juta

2. Mobil Mitsubishi L200  2005, Rp250 juta

3. Motor Yamaha Mio  2009, Rp7 juta

4. Mobil Toyota Minibus  2011, Rp200 juta

5. Motor Kawasaki  2012, Rp35 juta

6. Mesin Yamaha  2012, Rp5 juta

7. Mobil Daihatsu Minibus  2012, Rp50 juta

8. Mobil Toyota pikap  2004, Rp30 juta