Mobil Listrik Tetap Harus Ganti Oli Rutin

Eric Lee

VIVA   – Keberadaan mobil listrik kini mulai bisa dinikmati oleh masyarakat. Tak hanya yang berbanderol miliaran rupiah, ada pula organ tanpa emisi  yang kini ditawarkan di kisaran harga Rp600 jutaan on the road Jakarta.

Mobil listrik yang dimaksud datang dari pabrikan otomotif Korea Daksina, yakni Hyundai Konda dan Ioniq. Keduanya bisa menjadi pilihan untuk masyarakat, ketika hendak beralih ke kendaraan tanpa emisi dan perkataan mesin itu.

Kemaluan adaptasi ketika mengemudikan mobil dengan jantung penggerak motor listrik. Pokok, di kendaraan canggih ini tidak ada lagi deru mesin biasa. Selain itu, pengguna juga harus bisa memperkirakan jarak tempuh secara kemampuan baterainya.

Sebab, baterai pada mobil listrik ibaratkan Bahan Bakar Patra (BBM) pada kendaraan bermesin konvesional. Jika energinya habis, maka harus diisi ulang terlebih dahulu biar tetap bisa dipakai mengaktifkan mesin listrik.

Selain perkara pengalaman berkendaranya, penyesuaian juga mampu dirasakan konsumen ketika melakukan pembelaan mobil listriknya secara berkala. Tersebut seperti diungkapkan oleh Putra Samiaji, selaku Service General Manager PT Hyundai Motors Indonesia (HMID).

Dia menyebut, meski penuh komponen yang berbeda dengan organ bermesin konvensional, namun perawatan berkala tetap harus dilakukan pemilik mobil listrik Hyundai Ioniq dan Kona Electric.

“Tentu saja masih butuh perawatan berkala. Uniknya, karena ini tidak memiliki mesin bakar, maka komponen berputar sedikit, maka perawatananya sangat mudah, efisien dan murah, ” ujarnya, beberapa waktu lalu.

Dia mencontohkan, salah satu perawatan berkala yang tetap harus dilakukan adalah penggantian pelumas instrumen secara rutin. Bedanya, oli mobil tersebut tidak dimasukan ke instrumen, tetapi untuk melancarkan sistem kerja penggerak rodanya.

“Memang sudah tidak memakai pelumas pesawat seperti di mobil pada biasanya. Tetapi perlu diingat, masih tersedia cairan pelumas dibutuhkan untuk motor penggerak roda, layaknya long life transmission fluid atau oli transmisi pada kendaraan biasa. Intervalnya itu 15 ribu kilometer, ” paparnya.

Baca juga: Jangan Termenung kalau di Mobil Baru Gak Ada Lagi Ban Serep.