Mata Elang Lacak Mobil Kreditan Pakai Aplikasi Ini

Eric Lee

VIVA   –  Sudah menjadi rahasia umum, kalau penyedia jasa pembiayaan kendaraan  atau  leasing   memakai jasa  debt collector  untuk membongkar-bongkar keberadaan penunggak utang. Mereka dikenal juga dengan istilah Mata Elang.

Julukan itu dikasih, karena biasanya mereka nongkrong dalam pinggir jalan raya sembari memeriksa pelat nomor kendaraan bermotor yang lewat.

Sembari memantau pelat nomor, jemari mereka sibuk mengetik di ponsel pintar. Bila ada yang datanya cocok, oleh karena itu langsung dilakukan pengejaran.

Dari penelusuran  VIVA Otomotif ,   Sabtu 5 Desember 2020, kawanan Mata Elang tersebut menggunakan aplikasi yang dirancang khusus untuk kebutuhan mereka.

Penggunaan itu bernama Supermatel , dan berisi data semesta kendaraan yang sudah menunggak pembalasan cicilan selama lebih dari tiga bulan.

Menurut pengembang, data yang tersedia cukup lengkap karena diperbarui tiap hari. Aplikasi ini dapat menampilkan nama pemilik kendaraan,   leasing   yang digunakan serta berapa lama sudah menunggak.

Untuk menggunakannya, Mata Elang harus mendaftar dulu. Lalu, mereka akan diberikan akses untuk masuk ke aplikasi tersebut. Program ini tersedia untuk ponsel dengan menggunakan sistem operasi Android.

Photo:

  • Tangkapan adang-adang

Selain Supermatel , ada juga aplikasi serupa yang diberi tanda DTM. Namun, fitur yang tersedia hanya bisa melacak identitas pemilik kendaraan bermotor roda empat saja.

Sebagai informasi,   Presiden Jokowi meminta kepada para bank atau pun lembaga pembiayaan, agar tidak menggunakan jasa  debt collector selama pandemi.

“Keluhan kami dengar dari tukang ojek, sopir taksi yang sedang memiliki kredit motor atau kredit mobil, ataupun pun nelayan yang sedang mempunyai kredit perahu, ” kata Jokowi  beberapa waktu lalu.

Mahkamah Konstitusi juga membuat putusan, yang  menyatakan bahwa leasing tak mampu menarik kembali barang, hanya berpijak sertifikat jaminan fidusia. Untuk melakukan penyitaan, mereka harus mengajukan aplikasi terlebih dahulu ke pengadilan.