Jalan Tahu Penyakit Mobil dari Aroma Kabin

Eric Lee

VIVA   – Tidak semua kebobrokan pada mobil bisa dideteksi secara mudah. Terkadang, muncul gejala yang sifatnya sepele, tapi bisa maka pertanda ada masalah besar dengan akan terjadi kemudian.

Gejala tersebut bisa hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari lampu indikator di panel instrumen menyala, atau kendaraan bekerja tidak sebagaimana mestinya. Misalnya, setir pada mobil condong mengarah ke satu bagian. Hal itu bisa berarti tersedia ban depan yang kurang lagu anginnya, atau ada kerusakan di dalam sistem  power steering.

Baca juga:   Mobil Baru Wuling Rp120 Juta, Senyaman Innova

Cara asing untuk bisa mendeteksi kerusakan di dalam mobil, yakni melalui bau terbatas yang muncul di dalam pribadi. Dilansir  VIVA Otomotif  dari laman resmi  Wuling Indonesia , Minggu 21 Juni 2020, berikut penjelasannya:

Bau bensin

Adil jika ada bau bensin usai mengisi bahan bakar di SPBU. Tapi, jika bau tidak lelap 30 menit setelahnya, bisa siap ada kebocoran di tangki.

Bau asap knalpot 

Bau ini umum tercium jika kaca jendela dibuka. Tapi, apabila semua kaca tertutup rapat, oleh karena itu bisa jadi knalpot bocor & asapnya masuk ke dalam pribadi. Bau ini bisa menyebabkan janji, jika dihirup terlalu banyak.

Bau telur busuk

Makanan dengan tertinggal lama di dalam mobil bisa menimbulkan bau ini. Tetapi, penyebab lainnya yakni senyawa sulfur  (belerang) akibat kerusakan pada katalis converter , penapis bensin, atau sensor tekanan petrol. Oli transmisi juga bisa menerbitkan bau ini, jika lama tidak diganti

Bau terbakar

Sumber utama biasanya kompartemen mesin ataupun knalpot, entah itu ada kabel yang korsleting atau karet penahan menempel pada pipa pembuangan.

Bau apek

Bau asam ataupun apek kerap muncul dari AC mobil. Ini tanda bahwa aliran udara di  filter  udara di pola AC mobil sangat  lembap dan berjamur.