Industri Otomotif Indonesia Sering Diterpa Badai

Eric Lee

VIVA   –  Setiap tahun para pelaku industri otomotif di Indonesia gencar menghadirkan produk baru, demi memenuhi kebutuhan konsumen. Pameran digelar, & diskon disebar untuk menarik minat masyarakat.

Hal tersebut dilakukan beberapa kali dalam satu tahun, membuat industri tersebut tampak semarak dan berkembang pesat.

Namun, jika kita tahu jauh ke belakang, industri organ bermotor bukan bebas dari terpaan badai. Sejak masuk era 2000-an, sudah ada tiga peristiwa dengan membuat angka penjualan produk otomotif menurun.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Jenderal Industri Logam Mesin Metode Transportasi dan Elektronika Kementerian Perindustrian, Taufiek Bawazier saat menjadi juru bicara webinar Diskusi Virtual Industri Otomotif ‘Upaya Pemerintah Bangkitkan Industri Otomotif dari Dampak Pandemi COVID-19’ dengan daring.

“Dari 2005, industri otomotif memang sensitif kepada perubahan global. Ada peningkatan harga minyak, penjualan otomotif turun sampai 40 persen di 2006. Lalu ada krisis Lehman di 2009, turun lagi 19-22 persen, ” ujarnya, dikutip VIVA Otomotif Kamis 12 November 2020.

Taufik melanjutkan, pada 2015 rupiah sempat melemah dan ekonomi ijmal mengalami perlambatan. Hal itu menyebabkan turunnya angka penjualan produk otomotif sebanyak 16 persen, dan penerapan sebesar 15 persen.

“Krisis moneter 2015, penjualan mobil turun sekitar 15-16 persen. Sekarang COVID-19, di segenap global turun 40-50 persen, ” tuturnya.

Menurut Taufiek, saat ini kondisi industri otomotif nasional berangsur membaik. Namun, lestari perlu kebijakan dari pemerintah agar situasi bisa kembali seperti lazim. Seperti yang pernah dilakukan di dalam 2013, yakni dengan mengeluarkan kebijakan kendaraan low cost green car.

“Ada kebijakan dengan positif. Begitu keluarkan LCGC, tersebut meningkat karena harga kompetitif, ” ungkapnya.

Oleh sebab itu, ia berharap pemerintah suka menyiapkan skema khusus untuk mempermudah konsumen dalam membeli kendaraan bermotor.

“”Kekuatan konsumen untuk membeli itu menjadi penting, jadinya butuh instrumen ke arah danau, ” jelasnya.

Baca Juga:   Perlu Kaum Pekerja, Pemerintah Diminta Tunjang Warga Beli Mobil