Biasa Ini Lebih Sadis dari John Kei, Sehari-hari Pakai Fortuner

Eric Lee

VIVA   –  Nama John Refra  Kei alias John Kei beberapa waktu lalu kembali menjadi rapat hangat, setelah aksi penyerbuan ke kediaman salah satu kerabatnya, Nus Kei. Salah satu pemicu penyerangan, yakni adanya video provokasi yang diduga diunggah Nus Kei dalam media sosial.

Semenjak 2004, John Kei memiliki merekam jejak permusuhan dengan kelompok asing, yang tak jarang menimbulkan target luka maupun jiwa. Termasuk Basri Sangaji, Thalib Makarim dan klan narapidana terorisme di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Tetapi, apa yang dilakukan oleh John Kei tidak sebanding dengan mengekalkan jejak kejahatan Vikas Dubey, pria yang saat ini jadi preman paling ditakuti di India. Aksi Vikas di dunia hitam apalagi membuatnya dijuluki sebagai salah mulia gangster.

Dilansir VIVA Otomotif dari Gaadiwaadi , Selasa 7 Juli 2020, beberapa hari lalu kepolisian India hendak melakukan penangkapan kepada Vikas. Petugas sudah mengepung rumahnya yang ada di Utar Pradesh, namun aksi tersebut berantakan.

Vikas ternyata sudah mencium kedatangan penjaga, ia kemudian menyiapkan pasukan buat menahan serangan dan menyiapkan rute untuk melarikan diri. Dalam peristiwa penangkapan tersebut, delapan petugas mati akibat terlibat kontak senjata secara anak buah Vikas.

Baca Pula: Menteri ‘Kesayangan’ Jokowi Ternyata Pernah Punya Ini

Aksi penangkapan itu digelar, karena Vikas dituding bertanggung jawab atas pembunuhan yang selama itu ia lakukan demi membangun adikara. Total ada 60 orang dengan jadi korban Vikas, angka itu belum termasuk mereka yang menyelundup dalam daftar dibunuh namun malang.

Sehari-hari, Vikas mengandalkan dua mobil untuk menjalankan operasinya. Satu adalah Toyota Fortuner, & satu lagi mobil buatan India, yakni Mahindra Scorpio. Kedua mobil yang masuk dalam segmen sport utility vehicle tersebut ditinggal ketika polisi menyerbu kediamannya.

Era ini, baik rumah maupun besar mobil andalan Vikes sudah dihancurkan oleh kepolisian India. Kediaman Vikes yang tidak terlalu mewah, diratakan dengan tanah agar tidak mampu lagi digunakan sebagai tempat menjatuhkan.