Angkat Sepeda Pakai Mobil, Lebih Damai Taruh di Atap atau dalam Belakang?

Eric Lee

VIVA   – Pemilik sepeda sering mengangkut sepedanya memakai mobil. Untuk yang memakai sepeda lipat, bisa memanfaatkan bagasi maupun kabin. Namun untuk pemilik sepeda gunung atau model yang tidak bisa dilipat, disarankan untuk memakai bagasi tambahan.

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana mengatakan, membawa sepeda secara memanfaatkan bagasi atau dudukan bunga, harus mendapat perhatian ekstra daripada pengemudi. Hal ini agar mengurangi risiko merugikan diri sendiri, maupun pemakai jalan lainnya.

“Kebetulan saya dulu bersepeda juga. Jadi kalau bicara rak buat sepeda, ini memang beragam rancangannya, ada yang di depan, arah, maupun belakang. Tinggal dipilih saja yang paling sesuai, ” ucapnya saat dihubungi VIVA Otomotif , Kamis 2 Juli 2020.

Meski demikian, kata Sony, pengemudi tak boleh lengah ketika pada sisi luar kendaraannya terdapat muatan tambahan untuk membawa sepeda. Pokok, dengan memasang perangkat tersebut, ukuran mobil tidak lagi sesuai patokan standar dari pabrikannya.

Baca juga: Bagasi Tambahan buat Angkut Sepeda di Mobil, Harganya Lumayan Juga

“Idealnya ketika ada muatan barang lebih di kendaraan, baik posisinya di depan, atas, atau belakang. Pengemudinya harus tahu, ada perubahan luas baik itu panjang maupun luhur dari mobil yang dibawa. Lulus, ada perubahan keseimbangan juga, itu pasti, ” paparnya.

Untuk penempatan roda, Sony menyebut bagasi belakang menjelma yang paling ideal. Sebab, roda masih bisa terpantau oleh sopir melalui spion dalam maupun rahasia kiri dan kanan. Kelemahannya, untuk penempatan seperti ini akan tersedia kesulitan saat mundur atau parkir karena mobil bertambah panjang.

“Perlu diingat, jalanan pada Indonesia banyak sekali portal yang enggak jelas. Pengemudi harus ingat bahwa ada obyek tambahan di atas mobilnya.   Kalau roda ditaruh atas, itu tidak terpantau, ” tuturnya.